Kamis, 16 Februari 2012

University Doctoral Studentships, City University London, UK

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

City provides a number of fully-funded, full-time, three-year Doctoral Studentships to outstanding candidates as part of its ongoing investment in academic excellence.
For entry in October 2012, we will be offering up to 70 new Doctoral Studentships.
Eligibility
University Doctoral Studentships are available to both UK/EU and overseas fee-paying students who will be studying full-time. They can be held in any School of the University.
Applicants are assessed on the basis of their research excellence or demonstrable potential and the quality of their research proposal. If you wish to be considered for a University Studentship you should discuss your proposal with the relevant School, Department or Centre to establish whether you can be supported.
What is offered
A Doctoral Studentship provides:
  • an annual bursary (£15,500 in 2012/13 and expected to rise in line with inflation in subsequent years);
  • a full tuition fee waiver;
  • a one-off allowance of £1,000 which may be used across the three-year period of the studentship to support research needs such as specialist training, equipment or conference attendance.
Continuation of the award after the first year is subject to confirmation by the relevant School of satisfactory progress. Studentship holders are usually expected to undertake some form of teaching support activity as part of the bursary arrangements. This will be agreed with the School concerned. Training will be provided to support any teaching activity.
The University provides a broad research and enterprise development programme to support the development of research skills.
How to apply
As mentioned above in the ‘Eligibility’ section, we strongly advise you to discuss your proposal with the relevant School, Department or Centre in order to establish whether you can be supported.
You can find more details about individual doctoral programmes on the School pages:
To make an application, please do the following:
  • Arts, Health Sciences, Engineering and Mathematical Sciences, Informatics, Social Sciences and Law: make an application for a research degree at City University London in the normal way. In the ‘Finance’ section of the application form, indicate that you wish to be considered for a University Doctoral Studentship.
  • Cass Business School: read the instructions and complete the online application form.
Application deadline
The deadline for University Doctoral Studentship applications is Friday 9 March 2012.
Applicants will be informed of the outcome in April 2012.
University Doctoral Studentship enquiries
Jeremy Barraud
Interdisciplinary Research Development Manager
E214
Drysdale Building
City University London
Northampton Square
London
EC1V 0HB
United Kingdom
T: +44 (0)20 7040 3805
E: j.barraud@city.ac.uk
For more information, please visit official website: www.city.ac.uk

Fulbright Dikti Master Degree Scholarship, American Indonesian Exchange Foundation, USA

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Preference will be given to applicants who serve as faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia. Applicants will possess:
  • a Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
  • leadership qualities
  • a good understanding of Indonesian and international cultures a
  • demonstrated commitment to the chosen field of study
  • a willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright-DIKTI program
  • a minimum institutional TOEFL score of 550 or IELTS score of 6.0
HOW TO APPLY
Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at:
Fulbright-DIKTI Scholarship Program
Direktorat Ketenagakerjaan, Ditjen Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional
Gedung D lt. 5.
Jl. Jend. Sudirman, Pintu 1 Senayan
Jakarta 10002
Please return your complete application package by the application deadline that includes:
  • Completed application form. This includes a clearly written and concise study objective.
  • Copy of your most recent, less than two years old, institutional TOEFL or IELTS score report.
  • One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
  • Copy of academic transcript and diploma (English translation).
  • Copy of identity document (KTP or passport).
CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed to the following address: ditnaga.dikti.go.id
DIKTI does not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to DIKTI.
DEADLINE
The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2012.
For more information, please visit official website: www.aminef.or.id

Beasiswa FULL Kuliah S1 + Biaya Hidup di Universitas Paramadina

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Universitas Paramadina bekerjasama dengan para dermawan Indonesia untuk “kelima kalinya”, menawarkan beasiswa kepada siswa-siswi serta lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik untuk mengikuti pendidikan (S-1) di Universitas Paramadina, pada Program Studi : Manajemen, Falsafah dan Agama, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Hubungan Internasional, Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk Industri
Kualifikasi
  • Siswa kelas 3 atau lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat dari seluruh Indonesia.
  • Siswa kelas 3 atau lulusan SLTA atau sederajat, dengan nilai rata-rata NEM/UAN, STTB, dan Raport Kelas I, II dan III, minimum 8,00.
    • Tanggal lahir 1 Januari 1989 dan setelahnya.
    • Aktif dalam kegiatan organisasi intra dan ekstra sekolah.
    • Mampu berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
    • Tidak pernah terlibat tindak kriminal (penyalahgunaan narkotika dan miras, pemalsuan, pelecehan seksual dan tindakan asusila lainnya, serta tindak kekerasan).
    • Memahami dan menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam program beasiswa ini **
**) Ketentuan yang berlaku :
  1. Penerima beasiswa harus menyelesaikan masa kuliah maksimum dalam kurun 4 tahun kalender akademik.
  2. Siswa yang tidak mendapatkan nilai IPK minimum 3,25 selama dua semester pada saat perkuliahan, dinyatakan gagal dan tidak lagi memperoleh beasiswa untuk penyelesaian sisa masa studi.
  3. Siswa wajib memenuhi nilai non akademik minimum 60 poin dan rata-rata 15 poin per-tahun kalender akademik selama berkuliah di Universitas Paramadina.
    1. Nominasi ini akan gugur dengan sendirinya apabila siswa/pendaftar dinyatakan tidak lulus UAN.
    2. Tidak sedang menerima beasiswa untuk pendidikan tinggi.
    3. Tidak boleh menerima beasiswa lain, selama menjalani PF.
Proses Pendaftaran
Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Bagian Informasi Universitas Paramadina tanpa dipungut biaya atau dapat di download disini. Formulir Pendaftaran yang sudah diisi diserahkan sebelum batas waktu yang ditentukan dengan disertai :
  • Formulir pendaftaran yang sudah dilengkapi dan ditandatangani, bermaterai 6000 rupiah.
  • Satu (1) foto berwarna 3 x 4 cm (ditempel pada kotak yang telah disediakan pada formulir pendaftaran).
  • Satu Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah atau Tokoh Masyarakat, dan Satu (1) Surat Rekomendasi dari Guru SLTA atau sederajat, (gunakan format yang telah disediakan, dan masukkan ke dalam amplop tertutup). Surat Rekomendasi di dalamnya menyebutkan mengenai kepribadian, situasi ekonomi, kemampuan dan prestasi pendaftar, kondisi kesehatan (riwayat kesehatan), etika dan interaksi sosial pendaftar.
Surat rekomendasi yang dikirim secara terpisah dengan formulir aplikasi tidak akan diproses. (Pemberi rekomendasi tidak memiliki hubungan keluarga dengan pendaftar).
  • Essay yang berjudul Janjiku untuk Indonesia dan Perjuangan Hidupku.
  • Copy sertifikat dari penghargaan atau prestasi yang pernah diterima (selama SMP dan SLTA).
  • Satu (1) copy Kartu Tanda penduduk (KTP) yang berlaku.
  • Satu (1) copy NEM SLTA yang dilegalisir (bagi lulusan SLTA)
  • Satu (1) copy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang dilegalisir (bagi lulusan SLTA)
  • Satu (1) copy Rapor Kelas 1, 2 dan 3 yang dilegalisir
  • Surat keterangan tidak buta warna dari dokter (khusus pendaftar Desain Komunikasi Visual) dan tidak buta warna total (khusus pendaftar Desain Produk Industri)
  • Satu (1) copy Kartu Keluarga
Catatan :
  • Formulir dan kelengkapan dokumen pendaftaran, dapat diserahkan langsung ke Universitas Paramadina (Senin – Jum’at, pukul 09.00 – 16.00 WIB dan Sabtu, pukul 09.00 – 13.00 WIB) atau dikirim melalui pos, ditujukan kepada:
    Tim Panel Paramadina Fellowship 2012
    Universitas Paramadina
    Jl. Gatot Subroto Kav. 97
    Jakarta, 12790
  • Kami tidak menerima pengumpulan formulir dan berkas pendaftaran melalui e-mail.
Batas Waktu Pendaftaran
Batas akhir penyerahan formulir dan berkas pendaftaran Program Paramadina Fellowship 2012 adalah:
  • Melalui pos, dengan stempel pos, 7 April 2012.
  • Langsung diantar ke Universitas Paramadina, 14 April 2012
Nilai Beasiswa
Paramadina Fellowship 2012, mencakup pendanaan :
  • Dana transportasi dari tempat asal menuju ke Universitas Paramadina.
  • Biaya studi maksimal 4 tahun kalender akademik.
  • Dana pendukung pra-kuliah sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).
  • Tunjangan buku 1 juta rupiah per-semester.
  • Biaya hidup (living allowance) sebesar 1 juta rupiah per-bulan.** dan 20% dari dana tersebut dikenakan untuk dana asrama.
  • Disediakan asrama, wajib tinggal selama 2 tahun atau 4 semester berturut-turut.** dan dapat diperpanjang hingga akhir kuliah (maksimal 4 tahun, sesuai kalender akademik).
  • Kemungkinan pelatihan dan magang selama studi, di perusahaan Donor.
  • Peluang kesempatan kerja atau tawaran kerja dari Donor, setelah menyelesaikan studi S-1.
**) Keterangan :
  • Penerima beasiswa dari wilayah Jabodetabek, juga berhak atas biaya hidup dan wajib tinggal di asrama.
  • Pengelolaan asrama akan dibebankan pada masing-masing penghuni (dalam hal ini penerima PF) untuk melatih kemandirian dan lebih bertanggungjawab.
Informasi
Untuk memperoleh informasi Paramadina Fellowship 2012,
Sdri. Lina & Leo
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 888/200
Sdri. Muna Pratiwi
Koordinator Fellowship
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 232/235
Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
Telp. +62 21 7918 1188
Fax. +62 21 799 3375
For more information, please visit official website: paramadina.ac.id

Sabtu, 11 Februari 2012

Cahaya dan Optik

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


KAMERA TERCANGGIH DI JAGAT RAYA
Kemajuan teknologi telah membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia, berbagai peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki fungsi dan penyimpangan pada organ tubuh manusia. Salah satunya adalah kamera. Kemajuan teknologi telah merevolusi berbagai alat elektronik dari ukuran besar menjadi ukuran yang sangat kecil. Teknologi ini dikenal dengan teknologi nano (teknologi nano adalah teknologi yang bergerak atau dibuat dalam scala nanometer). Selain praktis dan ekonomis, ukuran yang sangat kecil, sangat multi guna. Salah satu hasil teknologi nano adalah pembuatan kamera. Karena kecilnya maka kamera ini dapat masuk ke dalam pembuluh darah. Tahukah kamu bahwa salah satu organ tubuh kita adalah alat optik berupa kamera yang tercanggih dan terpraktis di jagat raya? Bagaimanakah kamera yang ada di dalam tubuh kita itu dikatakan praktis? Untuk mengetahui lebih banyak tentang fungsi organ ini, maka ikutilah seluruh kegiatan berikut dengan sungguh-sungguh.
Apakah yang dimaksud dengan alat optik?
Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya menggunakan benda optik, seperti: cermin, lensa, serat optik atau prisma. Prinsip kerja dari alat optik adalah dengan memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya. Pemantulan cahaya adalah peristiwa pengembalian arah rambat cahaya pada reflektor. Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena cahaya melalui bidang batas antara dua zat bening yang berbeda kerapatannya.
Beberapa jenis alat optik yang akan kita pelajari dalam konteks ini adalah:
  • Mata
  • Kamera
  • Lup (kaca pembesar)
  • Teropong (teleskop)
  • Mikroskop


Mata
Fungsi Mata sebagai Alat Optik


Mata merupakan salah satu contoh alat optik, karena dalam pemakaiannya mata membutuhkan berbagai benda-benda optik seperti lensa.

Berikut ini adalah bagian-bagian mata dan fungsinya:

  1. Cornea adalah bagian mata yang melindungi permukaan mata dari kontak dengan udara luar.
  2. Iris adalah selaput tipis yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan cahaya dalam pembentukan bayangan.
  3. Lensa adalah bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada retina.
  4. Retina berfungsi sebagai layar dalam menangkap bayangan benda, di tempat ini terdapat simpul-simpul syaraf optik.
  5. Otot siliar berfungsi untuk mengatur daya akomodasi mata.



Bagaimana mata bekerja? Secara sederhana sebagai alat optik mata membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil pada retina. Pemfokusan dilakukan dengan mengubah jarak fokus lensanya. Benda akan nampak jelas jika bayangan tepat jatuh pada permukaan retina. Hal ini akan terjadi jika lensa mata dengan kemampuan akomodasinya dapat selalu menempatkan bayangan pada retina. Karena berbagai hal, kadang-kadang bayangan tidak terbentuk tepat di retina. Hal ini terjadi jika mata mengalami cacat atau objek berada diluar jangkauan penglihatan.

Bagaimanakah pembentukan bayangan pada mata?


Lensa positif, membiaskan cahaya dan membentuk bayangan pada retina.
Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata dengan mengubah ukuran pupilnya.
Retina merupakan media yang menangkap bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa.
Agar bayangan selalu jatuh pada retina karena letak benda yang berubah, maka dapat diatur dengan mengubah jarak fokus lensa matanya.


Jangkauan penglihatan mata:


Kemampuan penglihatan manusia terbatas pada jangkauan tertentu atau disebut jangkauan penglihatan yaitu daerah di depan mata yang dibatasi oleh dua buah titik. Titik terjauh (punctum remotum disingkat PR) dan titik terdekat (punctum proximum disingkat PP).
PR adalah titik terjauh didepan mata, dimana benda masih nampak dengan jelas. PP adalah titik terdekat didepan mata, dimana benda masih nampak dengan jelas.
Objek akan nampak jelas jika objek berada pada jangkauan penglihatan, dan objek tidak akan nampak dengan jelas jika objek ada diluar jangkauan penglihatan (terlalu dekat dengan mata atau terlalu jauh dari mata).
Cacat mata terjadi karena jangkauan penglihatan berubah. Hal ini diakibatkan oleh kemampuan daya akomodasi mata yang berubah. Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mengubah jarak fokusnya agar bayangan jatuh di retina mata. Berikut ini akan diuraikan berbagai jenis cacat mata yang di dasarkan pada kemampuan daya akomodasinya.


Cacat Mata


Setidaknya ada tiga jenis cacat mata yang diakibatkan oleh kemampuan daya akomodasinya yaitu: miopia, hipermetropia dan presbiopia. Berikut ini adalah gambar masing-masing cacat mata dan jangkauan penglihatannya.
  1. Mata normal (Emetropia) : memiliki titik jauh (PR) pada jarak jauh tak berhingga dan titik dekat (PP) = 25 cm, mata ini jangkauan penglihatannya paling lebar.
  2. Rabun jauh (Miopia) : memiliki titik jauh (PR) terbatas/kurang dari tak berhingga dan titik dekat (PP) = 25 cm.
  3. Rabun dekat (Hipermetropia) : memiliki titik jauh (PR) tak berhingga, tetapi titik dekat (PP) > 25 cm.
  4. Rabun jauh dan dekat (Presbiopia) : memiliki titik jauh (PR) kurang dari tak berhingga dan titik dekat (PP) > 25 cm, cacat mata ini merupakan gabungan dari hipermetropi dan miopi, sering disebut sebagai cacat mata tua.





Cacat Mata Miopi


Cacat mata miopi terjadi jika pada penglihatan tak berakomodasi bayangan jatuh di depan retina, hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi sangat pipih (terlalu cembung). Agar dapat melihat jelas benda yang jauh maka perlu dibantu dengan lensa divergen (lensa cekung). Lensa divergen adalah lensa yang dapat menyebarkan berkas cahaya.
Berikut ini adalah bagan pembentukan bayangan pada cacat mata miopi sebelum dan sesudah memakai lensa.

Keterangan gambar:
Gambar sebelum memakai kaca mata. Cahaya yang berasal dari tempat jauh (diluar jangkauan penglihatan) oleh lensa mata dibiaskan di depan retina sedang cahaya dari tempat dekat (dalam jangkauan penglihatan) tepat dibiaskan di retina.
Gambar sesudah memakai kaca mata. Lensa negatif mengubah arah rambat cahaya sejajar menjadi menyebar sehingga seolah-olah cahaya berasal dari daerah jangkauan penglihatan.

Dalam perhitungan:
So = letak benda sebenarnya (~)
Si = - PR (batas maksimum jangkauan penglihatan) tanda (-) menggambarkan bayangan di depan lensa.
Dari persamaan :


diperoleh bahwa:f = - PR

Ukuran lensa yang digunakan adalah :

P = kekuatan lensa dalam satuan dioptri (D)
f = jarak fokus lensa kaca mata dalam satuan meter (m)

Cacat Mata Hipermetropi


Cacat mata hipermetropi terjadi jika penglihatan pada jarak baca normal mengakibatkan bayangan dari lensa mata jatuh di belakang retina, hal ini karena lensa mata tidak dapat menjadi sangat cembung (terlalu pipih). Agar dapat melihat jelas benda-benda pada jarak baca normal (Sn) maka cacat mata ini perlu dibantu dengan menggunakan lensa konvergen (lensa cembung). Lensa konvergen adalah lensa yang dapat mengumpul berkas cahaya.
Berikut ini adalah bagan pembentukan bayangan pada hipermetropi sebelum dan sesudah memakai lensa.


Keterangan gambar:

Gambar sebelum memakai kaca mata: Berkas cahaya dari jarak baca normal (cahaya kuning) akan dibiaskan oleh lensa mata di belakang retina, berkas cahaya baru akan dibiaskan tepat di retina jika benda lebih jauh dari jarak baca normal (yaitu titik dekatnya).
Gambar sesudah memakai kaca mata: lensa positif mengubah arah rambat cahaya yang berasal dari jarak baca normal seolah-olah berasal dari titik dekatnya (PP), kemudian lensa mata mengubah arah rambat cahaya ini menuju retina.
Dalam perhitungan:
So = Sn (jarak baca normal = 25 cm)
Si = - PP (titik dekat hipermetropi), tanda minus menunjukkan bahwa bayangan maya yang terletak

di titik dekatnya


Cacat Mata Presbiopi

Cacat mata presbiopi (mata tua atau rabun dekat dan rabun jauh diakibatkan karena melemahnya daya akomodasi) terjadi karena bayangan jatuh di belakang retina pada saat melihat dekat dan bayangan jatuh di depan retina pada saat melihat jauh, hal ini terjadi karena daya akomodasi lensa mata lemah. Agar dapat melihat jelas baik benda yang dekat maupun yang jauh maka perlu dibantu dengan menggunakan gabungan lensa cembung (konvergen) dan cekung (divergen). Cacat mata ini sering juga dikenal dengan nama cacat mata tua. Berapa ukuran lensa yang digunakan? Untuk menjawab pertanyaan ini maka titik jauh maupun titik dekatnya harus diketahui. Selanjutnya dengan menggunakan cara sebagaimana pada cacat miopi dan cacat hipermetropi, ukuran lensa dapat diketahui.




Kamera
Kamera merupakan alat optik yang dapat memindahkan/mengambil gambar dan menyimpannya dalam bentuk file, film maupun print-out. Kamera menggunakan lensa positif dalam membentuk bayangan. Sifat bayangan yang dibentuk kamera adalah nyata, terbalik, dan diperkecil. Pemfokusan dilakukan dengan mengatur jarak lensa dengan film. Perubahan jarak benda mengakibatkan perubahan jarak bayangan pada film oleh karena itu lensa kamera perlu digeser agar bayangan tetap jatuh pada film. Hal ini terjadi karena jarak fokus lensa kamera tetap. Dari rumus umum optik, jika jarak fokus tetap, maka perubahan jarak benda (So) akan diikuti oleh perubahan jarak bayangan (Si).

Bagian-bagian dari kamera secara sederhana terdiri dari:

  1. Lensa cembung
  2. Film
  3. Diafragma
  4. Aperture

Bagaimanakah pembentukan bayangan pada kamera?


Lensa positif, membiaskan cahaya dan membentuk bayangan nyata, terbalik dan diperkecil.
Diafragma mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera dengan mengubah ukuran aperturenya.
Film merupakan media yang menangkap bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa.
Agar bayangan selalu jatuh pada film karena letak benda yang berubah, maka dapat diatur dengan menggeser jarak lensa terhadap filmnya.
So = jarak benda dalam meter, Si = jarak bayangan dalam meter, F = titik fokus lensa


Perbandingan Kamera dan Mata

Berdasarkan gambar di atas, kemiripan antara kamera dan mata adalah:


Kamera
Mata
Keterangan
Lensa Lensa Lensa cembung
Diafragma Iris Mengatur besar kecilnya lubang cahaya
Aperture Pupil Lubang tempat masuknya cahaya
Film Retina Tempat terbentuknya bayangan


Secara umum bagian-bagian kamera sama dengan bagian-bagian mata, namun kedua alat ini memiliki perbedaan dalam hal menempatkan bayangan pada retina/film, perbedaannya adalah:
  1. mata menggunakan daya akomodasi
  2. kamera menggunakan pergeseran lensa


Lup
Fungsi Lup atau Kaca Pembesar


Sebagaimana namanya, lup memiliki fungsi untuk memperbesar bayangan benda. Lup adalah lensa cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil agar nampak lebih besar. Bayangan yang dibentuk oleh lup memiliki sifat: maya, tegak, dan diperbesar. Untuk itu benda harus diletakkan di Ruang I atau daerah yang dibatasi oleh fokus dan pusat lensa atau cermin (antara f dan O), dimana So < f.
Ada dua cara bagaimana menggunakan lup yaitu:
1. Dengan cara mata berakomodasi maksimum
2. Dengan cara mata tidak berakomodasi

Mata Berakomodasi Maksimum

Mata berakomodasi maksimum yaitu cara memandang obyek pada titik dekatnya (otot siliar bekerja maksimum untuk menekan lensa agar berbentuk secembung-cembungnya).
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan adalah:

  1. bayangan yang dibentuk lup harus berada di titik dekat mata / Punctum Proksimum (PP)
  2. benda yang diamati harus diletakkan di antara titik fokus dan lensa
  3. kelemahan : mata cepat lelah
  4. keuntungan : perbesaran bertambah (maksimum)
  5. Sifat bayangan : maya, tegak, dan diperbesar
Mata Tak Berakomodasi

Mata tak berakomodasi yaitu cara memandang obyek pada titik jauhnya (yaitu otot siliar tidak bekerja/rileks dan lensa mata berbentuk sepipih-pipihnya).
Pada penggunaan lup dengan mata tak berakomodasi, maka yang perlu diperhatikan adalah:

  1. maka lup harus membentuk bayangan di jauh tak hingga
  2. benda yang dilihat harus diletakkan di titik fokus (So = f)
  3. keuntungan : mata tak cepat lelah
Kerugian : perbesaran berkurang (minimum)
Perhitungan

Pada mata berakomodasi maksimum
• Si = -PP = -Sn


Perbesaran sudut atau perbesaran angular


Pada mata tak berakomodasi • Si = -PR
• So = f
Perbesaran sudut


M = perbesaran sudut
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter




Teropong
Cara Kerja Teropong


Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan lebih dekat. Secara umum teropong terdiri atas dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek dan disebut lensa obyektif dan satu lensa mengarah ke mata dan disebut lensa okuler.
Berdasarkan fungsinya teropong dibagi menjadi:
1. teropong bintang
2. teropong bumi
3. teropong panggung


Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi sebagai lup. Dengan demikian cara mengamati obyek apakah mau dengan cara berakomodasi maupun tidak berakomodasi tergantung dari posisi lensa okulernya. Oleh karena itu jarak antara obyektif dan okuler dapat diubah-ubah. Panjang teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa okulernya.

Teropong Bintang

Teropong bintang digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang ada di langit (bintang). Teropong bintang terdiri dari sebuah lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa obyektif dengan diameter dan jarak fokus besar, sedangkan okulernya adalah sebuah lensa cembung dengan jarak fokus pendek. Bagaimanakah pembentukan bayangan pada teropong dan bagaimana sifat bayangannya? Ikutilah kegiatan berikut ini.

Teropong Bumi


Teropong bumi digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang jauh dipermukaan bumi. Teropong ini akan menghasilkan bayangan yang nampak lebih jelas, lebih dekat dan tidak terbalik. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif dan salah satunya berfungsi sebagai pembalik bayangan. Pembentukan bayangan pada alat ini dapat dilihat dalam gambar berikut.




Panjang teropong bumi adalah panjang fokus lensa obyektif ditambah 2 kali jarak fokus lensa pembalik dan panjang fokus lensa okuler. Dengan rumus : d = fOb + 4 fp + fOk

Teropong Panggung

Teropong panggung adalah teropong yang mengkombinasikan antara lensa positif dan lensa negatif. Lensa negatif digunakan sebagai pembalik dan sekaligus sebagai okuler. Sifat bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, dan diperkecil. Seperti apa pembentukan bayangan pada teropong panggung? Perhatikan kegiatan berikut ini!
Prinsip kerja teropong panggung adalah sinar sejajar yang masuk ke lensa obyektif membentuk bayangan nyata tepat di titik fokus obyektif. Bayangan ini akan berfungsi sebagai benda maya bagi lensa okuler. Dan oleh lensa okuler akan dibentuk bayangan yang dapat dilihat oleh mata.

Pada pengamatan tanpa berakomodasi maka panjang teropong adalah :

d = f (Ob) – f (Ok)

d = panjang teropong dalam meter
f (Ob) = panjang fokus lensa obyektif dalam meter

f (Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter


Mikroskop
Pengertian dan Bagian-bagian Mikroskop

LUP sebagai alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda kecil memiliki keterbatasan. Untuk itu diperlukan alat optik yang memiliki kemampuan untuk memperbesar bayangan hingga berlipat-lipat. Alat ini dikenal dengan nama mikroskop. Mikroskop yang paling sederhana menggunakan kombinasi dua buah lensa positif, dengan panjang titik fokus obyektif lebih kecil daripada jarak titik fokus lensa okuler.
Prinsip kerja mikroskop adalah obyek ditempatkan di ruang dua lensa obyektif sehingga terbentuk bayangan nyata terbalik dan diperbesar. Lensa okuler mempunyai peran seperti lup, sehingga pengamat dapat melakukan dua jenis pengamatan yaitu dengan mata tak berakomodasi atau dengan mata berakomodasi maksimum. Pilihan jenis pengamatan ini dapat dilakukan dengan cara menggeser jarak benda terhadap lensa obyektif yang dilakukan dengan tombol soft adjustment (tombol halus yang digunakan untuk menemukan fokus). Kegiatan berikut ini akan memperlihatkan pembentukan bayangan pada mikroskop.
Pembentukan Bayangan pada Mikroskop
Pengamatan menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum.

Pengamatan ini menempatkan bayangan akhir (bayangan lensa okuler) maya pada titik dekat pengamat (PP).
Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:



Keterangan:
S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter
S’(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
PP = titik dekat pengamat dalam meter
f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter
Pengamatan menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi.

Pengamatan ini menempatkan bayangan akhir (bayangan lensa okuler) maya pada titik jauh pengamat (PR).
Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:


S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter
S’(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
PP = titik dekat pengamat dalam meter
f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter
Panjang Mikroskop

Panjang mikroskop diukur dari jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler. Untuk masing-masing jenis pengamatan, panjang mikroskop dapat dihitung dengan cara yang berbeda.
A. Mata berakomodasi maksimum
d = Si(Ob) + So(Ok)

B. Mata tak berakomodasi
d = Si(Ob) + f(Ok)

Keterangan:
d = panjang mikroskop dalam meter
Si(Ob) = jarak bayangan lensa obyektif dalam meter
So(Ok) = jarak benda lensa okulerdalam meter
f(Ok) = jarak fokus lensa okuler dalam meter

Besaran, Satuan, dan Dimensi

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Wah, lo masih aja nich pantengin blog yang jelek kayak begini, udah tau nggak jelas, masih aja lo ngunjungin. Wkwkwk. . . Mending kesini nie yudhaimedotkodotcece, dia itu gw anggep udah lumayan mahir dalam soal blog and ngeblog. Jadi sekarang lo ganti ntuh URL ama yang gw saranin. Lho! mana fisikanya? Bingung? Masak? Sumpeh lo?

"tolong dong bang kokosmart… minta tabel besaran turunan,sekalian sama Rumus…"Gw terharu ditambah galau membaca komentar dari… dari sp ya… hiks2… (masih kelas X). Saya tidak tahu, apakah adik gw ini mengerti akan apa yang dilakukannya atau tidak… jangan-jangan cuma hafal saja nantinya ?
Gw punya tips bagaimana belajar besaran pokok dan besaran turunan secara efektif. Di dalam fisika, terdapat 7 besaran pokok yakni Panjang, Massa, Waktu, Suhu, Kuat Arus, Jumlah molekul, Intensitas Cahaya. Disebut besaran pokok karena satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu…
Besaran turunan ? selain ke tujuh besaran pokok di atas, semua besaran fisika lainnya termasuk besaran turunan. Besaran turunan amat sangat buanyak sekali… Selengkapnya akan kita pelajari dalam pokok bahasan tersebut… Singkat, padat dan jelas… Wakakak ;)
Punya masukan lain ?
^^
SEMANGKOK!

Open Cbox
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review